Siapa yang ingin hidup dalam kepura-puraan?? Apalagi hidup dengan orang yang tidak kita cintai. Apakah semuanya hanya separuh waktu yang akan berujung padak titik sebuah misteri??? Biarkan binasa tak berlanjut usia.
Yah, berpura-pura atau tidak, meninggalkan lebih sakit, karena orang yang meninggalkan mendapatkan dua tekanan:
Saat ia memutuskan untuk meninggalkan
Saat ia merasakan kehilangan setelah meninggalkan
Satu hal, hidup itu adalah mengukuhkan komitmen dan menentukan prioritas. Ketika kita meninggalkan hanya untuk suatu prioritas, mungkin itu akan mengurangi beban dan rasa sakit. Tapi jika kita meninggalkan karena suatu ego, maka itulah yang akan menjadi bibit penyesalan…jadikan kecewa sebagai modal meraih mimpi kawan, katakan tidak jika itu akan membuatmu kecewa lagi.
Garut, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar